Sungguh romantisme burung berkala
Aliran darahnya seolah terhenti
Terhuyung badai musim keabu-abuan
Buaian sinar tua yang mesra
Menapakkan jejak di batas fikirnya
Bunga bunga malam berwarna
Terhanyut bulan mekar bestari
Ia melihat gadis itu tersenyum
Diantara tumpukan ilalang semu
Lalu pergi dan menghilang
Ia terus memikirkan tragedi itu
Tiap kali menginjak hentakan ladang
Dadanya bergetar dengan hebat
Berharap gadis itu kembali
Dan melahap untaian rindunya
BY~Wulan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar